Google

Kamis, 05 Juli 2007

TIGA RAHASIA KEBERHASILAN DALAM BERKOMUNIKASI

Setiap manusia tidak dapat terhindar dari berinteraksi dengan individu yang lain. Siapapun anda, dimanapun anda berada, apapun yang anda lakukan, semuanya terangkum dalam satu aktivitas, yakni “KOMUNIKASI”. Banyak permasalahan yang timbul di dalam kehidupan manusia di akibatkan karena mis-komunikasi. Oleh karena itu, keterampilan berkomunikasi memegang peranan yang sangat penting dan menentukan kesuksesan seseorang dalam berkarir maupun membangun usaha. Banyak orang yang tidak begitu peduli dengan ketrampilan mereka berkomunikasi dengan lingkungannya. Akibatnya bisa menjadikan mereka dikucilkan oleh teman-teman mereka. Bila keadaan ini terus berlanjut akan mengakibatkan dampak psikologis yang kurang baik bagi orang tersebut. Hal yang sering terjadi adalah menurunnya rasa percaya diri, dan ini berimbas kepada semangat belajar dan mau maju yang turut menurun. Kenyataan ini akan menjadikan orang tersebut kurang produktif bahkan tidak produktif sama sekali.

Oleh karena itu, pencegahan sejak dini perlu segera dilakukan. Sesungguhnya keterampilan berkomunikasi adalah sesuatu yang dapat dipelajari oleh siapapun. Dan ternyata bukan merupakan hal yang sangat sulit. Semua manusia di dunia ini dapat mempelajarinya dan menjadi terampil dalam berkomunikasi. Syarat utamanya hanya satu yaitu “KEMAUAN”. Dengan kemauan belajar yang tinggi, maka siapapun dia akan menjadi terampil dalam berkomunikasi.

Setelah seseorang memiliki kemauan belajar berkomunikasi, maka langkah berikutnya yang perlu dia ketahui adalah tiga rahasia keberhasilan dalam berkomunikasi. Setelah menguak tiga rahasia tersebut, maka selanjutnya hanya mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tiga rahasia tersebut adalah sebagai berikut :

Selalu Membuat Orang Lain Gembira

Ini adalah langkah pertama menjadi seorang komunikator yang EXCELLENT. Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri bahwa kita lebih suka bersahabat dengan teman yang sering marah-marah atau yang cerian, teman yang sering menyakiti hati kita atau teman yang suka berkelakar. Hal yang sama terjadi dengan teman-teman yang ada di dalam kehidupan kita. Bila kita tahu bagaimana membuat orang-orang di sekitar kita gembira, maka teman kita akan bertambah banyak. Apakah membuat seseorang menjadi gembira adalah sesuatu yang sulit ? Ternyata kegembiraan dapat kita bagikan kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata, cukup dengan sebuah senyuman kecil saja akan mengirimkan sinyal kegembiraan kepada orang lain. Bukankah ini adalah sesuatu aktivitas yang gratis? Selanjutnya kita dapat menyampaikan sebuah kalimat yang menyejukkan hati, sehingga orang yang mendengarkan kalimat yang kita ucapkan merasa senang, tenang dan damai. Berikutnya kita dapat meringankan beban seseorang dengan memberikan bantuan kepada mereka sesuai dengan kemampuan kita.

Selalu Membuat Orang Lain Menyukai Anda

Langkah kedua adalah membuat orang lain menyukai anda. Mulai dengan gaya bicara anda yang dapat diterima secara umum. Bila anda berjumpa dengan seorang yang baru anda kenal, mulai percakapan dengan hal-hal yang bersifar umum. Hindari memberikan pertanyaan yang bersifat terlalu pribadi. Biasanya suatu pembicaraan terasa asyik bila dimulai dengan topik yang paling favorit dalam pemberitaan di mass-media cetak dan elektronik. Lalu perlahan masuk lebih mendalam setelah anda merasa teman bicara anda mulai menunjukkan keakraban. Hal lain yang dapat anda lakukan untuk membuat orang lain menyukai anda adalah gaya berpakaian anda. Umumnya manusia menyukai orang yang berpenampilan rapi ketimbang urak-urakan. Oleh karena itu evaluasi kembali gaya berpakaian anda sekaligus penataan rambut anda. Gaya bicara dan gaya berpakaian anda merupakan 2 hal utama yang menentukan anda dapat membuat orang lain menyukai anda atau tidak.

Selalu Membuat Orang Menyayangi Anda

Selanjutnya yang perlu anda perhatikan adalah, hindari menciptakan permasalahan bagi orang lain, sebaliknya anda harus terus belajar bagaimana membantu teman yang sedang ditimpa permasalahan melalui memberikan tips-tips yang dapat menjadi solusi permasalahan yang mereka hadapi. Bila anda dapat senantiasa diandalkan teman-teman anda dalam membantu mereka menyelesaikan permasalahan mereka, maka niscaya mereka akan sangat menyayangi anda. Disamping menjadi seorang yang mampu memberikan tips dan ide dalam penyelesaian masalah, anda juga dapat menciptakan kebiasaan baik berupa cepat kaki ringan tangan. Dengan kebiasaan baik ini akan membuat anda senang memberikan bantuan kepada orang lain. Selanjutnya anda tingkatkan semangat pelayanan dengan sepenuh hati, segenap jiwa dan sekuat tenaga serta tanpa pamrih.

Bila anda telah membaca artikel ini, lalu mau mempraktekkannya, maka keajaiban akan terjadi dalam kehidupanmu. Ketika keterampilan komunikasimu semakin baik, maka kualitas hidupmu juga membaik. Akhirnya anda akan menemukan mutiara kehidupan yang akan menyinari setiap langkah kakimu menuju masa depan yang lebih baik. Selamat mencoba dan salam EXCELLENT untuk anda.

Penulis : Nugroho

Rabu, 20 Juni 2007

TRAINING LEADERSHIP DI SINGAPURA, MEI 2007


TRAINING EXCELLENT TEEN MARET 2007


TRAINING GURU, BATAM 16-17 SEPT 2006


OTAK VERSUS OTOT - KERJA PINTAR VERSUS KERJA KERAS

Mungkin anda pernah mendengar pernyataan yang saya jadikan judul artikel ini, ada yang langsung terkesima dan menangkap makna pernyataan tersebut, namun saya yakin banyak yang tidak ambil perduli dan membiarkan kalimat ini berlalu begitu saja. Sesungguhnya saya ingin katakan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua perbedaan diatas. Kalimat ini akan membedakan antara si Sukses dan si Gagal. Si Bahagia dan si Menderita. Bila seseorang menjalani hidupnya dengan lebih dominan dalam mengandalkan ototnya akan mendapatkan hasil yang berbeda dari orang yang lebih dominan dalam mengandalkan otaknya. Orang yang mengandalkan otot adalah tipe orang yang bekerja sendiri (One Man Show), sementara orang yang bekerja dengan otaknya akan bekerja dengan melibatkan orang lain seraya membangun kerjasa sama tim (Team work building) Orang yang mengandalkan otot cenderung tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Sementara orang yang mengandalkan otak lebih fleksibel dalam pengaturan waktu. Hal ini disebabkan karena orang yang bekerja sendiri adalah orang yang tidak berani atau bahkan mungkin tidak tahu bagaimana mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain. Sementara yang bekerja dalam tim cenderung saling membantu dalam menjalankan tugas.

Dalam beberapa kasus terdapat karyawan yang salah kaprah dalam mempraktekkan kata delegasi dalam pekerjaannya. Mereka asal lempar tanggung jawab kepada rekan kerja yang lebih junior. Sementara dia santai-santai saja di kantor dan merasa telah berhasil memakai otaknya. Alhasil yang junior menerima pekerjaan tersebut dengan tidak gembira. Bila sistem delegasi yang salah kaprah ini terus berlanjut akan mengakibatkan dirinya tidak disukai para junior dan berakhir dengan dibenci bahkan digosipin sesama rekan kerja. Bila sesorang terus menerus bekerja dalam suasana kerja yang tidak sehat seperti ini, maka akan mengakibatkan menghadapi tekanan kerja yang tinggi, teman kantor yang kurang bersahabat, pekerjaan yang menumpuk, sehingga menjadikan diri mereka semakin tidak merasa nyaman dan tidak menikmati pekerjaannya. Alhasil kinerja kerja menurun, prestasi kerja berkurang, lama kelamaan atasan akan memberikan penilaian yang kurang baik kepada dirinya.

Contoh kasus diatas telah menjadi suatu fenomena yang terjadi di mana-mana. Banyak kasus yang serupa dapat dengan mudah ditemukan di banyak perusahaan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terjerumus dalam keadaan ini, bahkan mereka masih menyalahkan teman-teman yang tidak mendukung dirinya, atasan yang tidak memperhatikan dirinya serta memperlakukan dirinya secara tidak adil dan berbagai keluhan lainnya. Sebaliknya seorang karyawan lain yang menjalani pekerjaannya dengan lebih dominan mengandalkan otaknya, dia akan menggunakan keterampilan daya nalarnya untuk mengobservasi kekurangan yang ada dalam dirinya, mencari solusi untuk merubah kekurangan dirinya sehingga berubah menjadi kekuatan. Dirinya akan senantiasa menyadari hal-hal sekecil apapun yang harus dia lakukan untuk meningkatkan potensi dirinya. Bila seseorang terus menerus mengoptimalkan potensi otaknya serta merta terus meningkatkan prestasi kerja, maka diyakini 5 tahun kedepan, dirinya akan mencapai suatu perubahan yang luar biasa.

Ketika seseorang menyadari betapa besar kekuatan otak yang dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita, serta tahu bagaimana menggunakan potensi tersebut dalam pekerjaan mereka, maka itulah yang saya sebut dengan kerja pintar. Banyak orang yang semasa muda bekerja dengan ektra keras, banyak diantara mereka yang akhirnya berhasil mencapai keberhasilan, namun banyak pula akhirnya sakit-sakitan dikarenakan bekerja terlalu keras di masa produktif, mereka kurang memperhatikan makan dan istirahat. Sementara itu, ada sekelompok orang yang tahu bagaimana bekerja pintar, mereka membangun tim work yang tangguh selagi muda. Jaringan yang telah terbangun terus menerus di perkuat. Alhasil mereka tidak perlu harus bekerja ekstra keras. Mereka memiliki waktu yang banyak untuk diri mereka menikmati hidupnya. Mereka memiliki kesempatan untuk terlibat dalam banyak aktivitas sosial, menjadikan hidupnya bernilai dan bermakna.

Bila anda bertanya ; bagaimana bekerja dengan otak yang lebih dominan dari pada otot ? Bagaimana bekerja pintar dari pada kerja keras ? Maka jawabannya adalah BELAJAR. Belajar dari orang yang terbukti berhasil menggunakan potensi otaknya untuk bekerja pintar. Belajar darinya, dapatkan sebanyak mungkin informasi dan pelajaran darinya. Pelajari bagaimana dia berhasil, juga pelajari pengalaman gagal yang pernah dia alami. Banyak orang berhasil sukses setelah mengalami rentetan kegagalan dalam hidupnya. Terus belajar, terus dan terus dan terus belajar.

Oleh Nugroho, MM, ACS, CL